Sampah Dapur (Organik)

Sampah organik di rumah kami tidak pernah dibuang ke tong sampah, tapi kami kubur di halaman belakang. Tanah di belakang rumah digali kira-kira selebar dan sedalam ukuran sekop karena saya menggalinya dengan sekop.

Sampah-sampah organik tersebut dibuang ke dalam tanah. Apabila lubang tersebut telah penuh maka akan ditutup dengan tanah lagi dan saya akan menggali tanah di sebelahnya untuk lubang yang baru dan begitulah seterusnya.

Ada hal yang menarik setelah saya membuang sampah organik di lubang-lubang tersebut, banyak cacing tanah di sekitar sampah organik tersebut. Tentunya hal itu sangat baik untuk kesuburan tanah. Selain itu di halaman belakang rumah saya ternyata terdapat hama ulat penggerek akar (jawa: uret) yang suka memakan akar-akar tanaman sehingga tanaman mati kehilangan akar. Semenjak sampah organik di buang ke halaman belakang, hama ulat penggerek akar tidak mengganggu lagi tanaman-tanaman yang ada di halaman belakang.

Save the Earth !!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.